Dasar Janda!
Pagi ini di saat sedang retouch color rambut gw, ada 2 wanita yang duduk di sebelah. Masih muda2 pastinya. Ibu2 muda. Happy shiny people.
Mereka lagi ngomongin temennya, sampai menggebu2 lupa ada orang lain di ruangan yang sama..."dasar janda. Emangnya kalau janda spesial? Emangnya gw pikirin kalau elo janda..." makin lama volumenya makin keras dan sudah sampai tingkat ganggu.
Mbak, jadi janda itu bukan hal yang spesial, anda benar. Jadi janda bukan berarti dikasihani, anda juga benar. Tapi mengecap stereotype temen anda dengan kami yang single parent dengan sebutan janda itu yang sangat mengganggu.
Gw lebih suka menyebut diri sebagai single parent. Karena janda cenderung berpredikat negatif. Mau bener atau salah, tetep jelek. Stereotypical yang non sequitur.
Terminology juga sudah bergeser ke single parent. Karena being single ga berarti butuh bantuan atau uluran tangan. Mungkin yang harus diluruskan itu temen Mbak. Bukan para single parent in general. Most of us are doing well and not really into getting new husband. Apalagi belas kasihan.
Mereka bilang hidup mereka kaya Melrose Place. Dimana uang dari suami sebenernya ga perlu karena bisa minta ke mamanya. Jadi mikir sebenernya mereka ngapain aja selain duduk2 nyalon dan enjoying life. Life is good, girl! Don't you have anything better to do than gossiping? I guess not. Mommy will always come and rescue. No string attach.
Be grateful with what you have baby girls. You don't know what the future will unfold.

Comments
Post a Comment